Monthly Archives: July 2010

A.I.A (ayah ibu anak) layan & hayati

Rarare rare rare ra
Rarare rare rare ra
Rarare rara rera rara rare rara

Janganlah engkau menangis lagi
Yakinkan aman ibu di sisi
Wahai intan seluruh raga
Hadirmu membawa seribu warna

Kini kau lupakan ibu
Lupakan juga ayahmu
Mengapa kau begitu
Setelah sinar kau ketemu


Tidakkah kau kasihan
Ibumu sendirian

Di sini bukan syurga
Patut kau campakkan

Ayah, ayah jerit kecilmu
Setia bersila di bendul pintumu
Tangis tawa bukanlah duka
Jadi ingatan mengusik jiwa

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri…” (Al-Ahqaf-15)

Advertisements

Cair hatiku… tatkala bertentang mata…

Hehe baca dulu candaku…=)

Berdebar2 di hati, senyum hampir mencecah telinga, Walau penat perjalanan selama 6jam mula menggigit tulang, seolah hilang,

Tatkala terlihatkan tiada kata harusku lafazkan… SubhanalLah…AllahuAkbar berkali2 meniti bibir, seghonoknye betentang mate…

Indahnya ciptaanMu Tuhan…

Bertentang mata dengan jelapang padi! Sudah lame ku idam saat ini, hehe… Sekali lagi, segala puji buatMu Tuhan…

Ini yang dapat kurakam, cenderahati dari Kedah 🙂

Kenapa jelapang ini idamanku selain yang utama Makkah MukarRomah? Kenapa yer?

Melihatnya menyejuk mata, menjurus  jiwa rasa dekat pada Pencipta, menerbit kagum pada sang petani tabah, maka benarlah ‘sibiji nasi, umpama setitis peluh mu sang petani’

Lihat benih ini mula membesar sihat, cukup airnya, mataharinya, lalu membesar solehlah ia..

Umpama anak-anakku… harus kusuapi ilmu berbajakan iman. Lalu wajib disuntik mahu, mudah2an membesar kalian… anak2ku subur dengan kuat jiwanya mantap jatidirinya…  seikhlas sang petani… Ameen.

Sahabat, layakah aku seperti mu?

Post2 ku yang tertunda, moga masih sudi menatap mencedok hibrahnya 🙂 ahlan..!

Sahabatku… Di jemput Allah dulu… Sayangnya Allah padamu… Siti Hajar Shafi’ei diberi namamu,

Dikelilingi adik beradik yang ramai, tampak dirimu berdikari peribadinya, Ayat- ayat cinta Tuhan tiada yang terlupa dr lisan bahkan tata lakumu, Penghujung Mac 2009, musibah itu melanda,

Benarkah musibah?… Allahu’alam. Hampir seluruh jawarih kananmu dilumpuhkan, bukan untuk sementara…

Di pembaringan ku lihat mekar senyumanmu teman, Sedangkan kami bercucuran air mata… tabahnya dirimu teman. Syahdu melihatkan tenang bonda, juga ayahandamu yang tidak jemu mentartil ayat2 syifa’ buatmu, tiada cebis2 sedih dapat kami kesan, melainkan tabah mendukung ujian Tuhan…

bait yang takkan ku lupa, “takpela nak, sume tu kan Allah bagi pinjam kejap jer, kite kene redhalah bile Allah dah mintak semula ” tutur ayahmu…

yaAllah berkatilah keluarga ini!.

Hampir 4bulan lebih keada’anmu seperti dulu, akhirnya tanggal 15 Julai/ Rejab perpisahan itu datang jua, Kau pergi menghadap Ilahi,

Indahnya jalan hidupmu sahabat… Ayat2Nya tersemat sudah di jiwamu, bahkan disucikan dirimu dengan ‘musibah’

Bagiku ini bukan musibah, tetapi rahmah kasih sayang Ar-Rahman bagimu sahabat, pulangmu dalam khusnul khatimah…

“tidak bani Adam diuji kesakitan melainkan untuk…”

Tiada henti kunjungan jemaah masjid menyembahyangkan jenazahmu berimamkan ayah, sayu suaranya… sayu dalam syukur… syukur kau amanah yang berjaya dicoraknya menjadi Muslimah Mukminah…

Akan tiba waktu ku, jua waktu kalian kelak, mudah-mudahan abah dan mak yang akan mensolati jenazahku dulu, tak tertanggung rasanya pinjaman Tuhan yang dua ini diambil dulu. yaAllah jemputlah hamba setelah segala amanah sebagai hambaMu dan anak kepada kedua hamba2Mu ku laksana sesempurnanya…ameen.

yaAllah… layakkan aku seperti Hajar… pastinya kini dikau disyurga…

Persoalannya, ramaikah yang sudi mensolatkan jenazahku…?